05/03/11

read more MINUMAN SODA

Tahap penting dalam pembuatan minuman proses karbonasi (minuman soda), mutlak diperlukan tekanan tinggi supaya gas CO2 dapat mengisi rongga-rongga di dalam struktur cairan. Tekanan tinggi tersebutlah yang menyebabkan timbulnya suara berdesis, ketika minuman berkarbonasi dibuka dari kaleng ataupun botol. Suara desis tersebut berasal dari tekanan pada permukaan air soda yang turun dengan sangat cepat, sehingga gas karbondioksida dalam minuman berusaha lepas. Gas karbondioksida tidak lepas sendiri-sendiri, namun membentuk molekul yang disebut nukleus sehingga mereka mempunyai tenaga untuk melawan cairan, melepaskan diri ke permukaan. Nukleus ini dapat dilihat ketika kita menuangkan minuman ke gelas, maka di bagian pinggir akan terbentuk gelembung-gelembung yang tampak menyatu. Nukleus ini juga yang memberikan sensasi nikmat di lidah.

Proses pembentukan nukleus dapat dipercepat dengan cara mengocok minuman berkarbonasi. Jika kita mengocok soda dalam kaleng atau botol yang masih tertutup, akan timbul suara letupan pada saat kaleng dibuka akibat dorongan nukleus yang sangat besar.

Selain faktor nukleus, faktor lain yang berpengaruh terhadap proses hilangnya gas karbondioksida dalam air adalah suhu. Proses karbonasi akan lebih efektif pada suhu yang lebih rendah, yaitu 2 – 5 derajat Celcius. Semakin tinggi suhu cairan, semakin sedikit gas yang terlarut.

Hal itu memang berlawanan dengan zat padat (seperti gula atau garam) yang bila dipanaskan akan mudah larut bersama air. Zat gas seperti karbondioksida bila berada dalam keadaan bebas di udara akan memiliki energi kinetik yang sebanding dengan suhu.

Untuk membuat karbondioksida larut dalam air, diperlukan upaya agar zat karbondioksida tersebut dapat stabil di dalam air. Salah satunya adalah menurunkan energi kinetiknya dengan cara menurunkan suhu. Bila kita menaikkan suhunya, gas karbondioksida akan cenderung lepas. Itulah sebabnya selain alasan kesegaran, minuman berkarbonasi lebih disarankan untuk dikonsumsi dalam keadaan dingin.

SPRITE TYPE

  1. Cane sugar.
  2. Sodium citrate.
  3. Sodium benzoate.
  4. Aspartame.
  5. Lemon essence.
  6. Citric acid.
  7. Air kemasan isi ulang.
  8. Ace-K.
FENDA TYPE
  1. Cane sugar.
  2. Sodium citrate.
  3. Sodium benzoate.
  4. Stevioside.
  5. range essence.
  6. Citric acid.
  7. Air kemasan isi ulang.
  8. Ace-K.
COLA TYPE
  1. Cane sugar.
  2. Phosphoric acid.
  3. Sodium benzoate.
  4. Sodium cyclamate.
  5. Caffeine.
  6. Citric acid.
  7. Whole colorful cola.
  8. Air kemasan isi ulang.
  9. Ace-K.
ORANGE TASTE
  1. Cane sugar.
  2. Sodium citrate.
  3. Potassium sorbate.
  4. Sodium cyclamate.
  5. Citric acid.
  6. Air kemasan isi ulang.
  7. Ace-K.
LITCHY TYPE
  1. Cane sugar.
  2. Sodium citrate.
  3. Emulsified litchi essence.
  4. Citric acid.
  5. Sodium benzoate.
  6. Air kemasan isi ulang.
  7. Ace-K.
STRAWBERRY TYPE
  1. Cane sugar.
  2. Sodium citrate.
  3. Sodium benzoate.
  4. Citric acid.
  5. Strawberry essence.
  6. Air kemasan isi ulang.
  7. Ace-K.


=====
CATATAN :
Demi manfaat yang lebih besar dan perbaikan materi tulisan di atas...
Mohon berikan komentar dan saran atau pertanyaan untuk tulisan ini...!!!

Related Posts :

0 komentar:

Poskan Komentar

Anggota

 
Copyright © 2011
DiklatJAUH Wirausaha / DiklatJAUH@gmail.com
Designed by www.diklatJAUH.com